Merdeka Belajar

Mengunjungi Sekolah di Bogor, Mendikbud Sapa Siswa Belajar Daring

320
GTK Dikdas - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meninjau beberapa sekolah di Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Sekolah-sekolah yang dikunjungi tersebut di antaranya SDN Polisi 1, SMA Regina Pacis, SMP Al Ghazaly, SMK Ma'arif NU Ciomas, dan SMU Muhammadiyah Bogor. Dalam kunjungan ini, Mendikbud menyempatkan waktu memotivasi siswa yang melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara dalam jaringan (daring).

“Halo semua, apa kabar?,” sapa Nadiem memanggil para peserta didik yang tengah melakukan pembelajaran daring saat pertama meninjau SDN Polisi 1, Bogor, Jawa Barat.

Kehadiran Mendikbud untuk berkunjung ke sekolah dan menyapa para peserta didik didasari keyakinannya bahwa tidak ada yang bisa menggantikan proses interaksi belajar secara langsung. Oleh karena itu, selain ingin memantau proses PJJ, Mendikbud juga ingin memotivasi para peserta didik.

Ketika bertemu dengan para pendidik di SDN Polisi 1, Mendikbud memberikan apresiasi atas kreativitas pembelajaran yang sudah dilakukan selama pandemi Covid-19. “Saya senang, kepala sekolah dan guru mengambil diskresi terhadap penerapan kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini. Siswa dan guru bisa saling berbagi konten pembelajaran dengan guru dan murid-murid yang lain. Itulah guru penggerak,” ucapnya.

Mendikbud menceritakan adanya masukan agar Kemendikbud menetapkan satu aplikasi yang sama untuk digunakan secara massal oleh sekolah dalam PJJ. Namun menurutnya hal tersebut bertentangan dengan konsep merdeka belajar. “Banyak platform yang bisa menjadi pilihan, kami beri kemerdekaan guru untuk menentukan yang terbaik,” ucapnya.

Berdasarkan hasil kunjungannya, Nadiem melihat beberapa tantangan yang dihadapi orang tua dan siswa dalam menyelenggarakan PJJ. Mulai dari penyediaan sarana pembelajaran, pengadaan kuota, penyederhanaan kurikulum, hingga penerapan pendidikan karakter. Menjawab tantangan tersebut, Mendikbud berkomitmen untuk memperbaiki kualitas jaringan. Namun untuk itu perlu ada kolaborasi antarkementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan.

“Saya sadari kondisi ini sangat serius untuk segera diatasi, karena faktor ini adalah penentu terdistribusinya konten pembelajaran kepada siswa. Saya sangat mengapreasiasi perjuangan dan kesabaran para guru dan orang tua yang telah semaksimal mungkin memfasilitasi PJJ bagi anak-anak,” ucap Nadiem di depan para guru SMP Al Ghazaly, Bogor.

Recomended

Comments